Home Andy Utama Dan Arista Montana Dari Ritual ke Aksi Nyata, Ngertakeun Bumi Lamba XVIII Jadi Inspirasi Konservasi...

Dari Ritual ke Aksi Nyata, Ngertakeun Bumi Lamba XVIII Jadi Inspirasi Konservasi Alam

12
0
Warisan Alam dan Budaya dalam Ngertakeun Bumi Lamba XVIII (53)

BOGOR – Ritual Ngertakeun Bumi Lamba XVIII tidak hanya menghadirkan kembali tradisi leluhur, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang cara manusia memperlakukan alam. Di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan, ritual adat ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi tidak cukup berhenti pada simbol, melainkan harus bergerak menjadi tindakan nyata.

Prosesi Ngertakeun Bumi Lamba XVIII digelar di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Minggu (21/6). Mengusung tajuk “Manik Maya, Ibu Bumi, Bapak Angkasa”, kegiatan ini mempertemukan pemuka adat, budayawan, dan pegiat lingkungan dari berbagai daerah.

Di balik prosesi adat tersebut, tersimpan pesan penting tentang keseimbangan hidup. Alam tidak dipandang sebagai objek yang bisa terus dieksploitasi, melainkan sebagai ruang hidup yang harus dijaga bersama.

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII dan Pesan Menjaga Keseimbangan Alam

Pembina Paseban Foundation, Andy Utama, memandang Ngertakeun Bumi Lamba XVIII sebagai momentum untuk membaca ulang hubungan manusia dengan bumi. Menurutnya, masa depan tidak bisa dilepaskan dari keputusan manusia hari ini.

“Dengan adanya hari ini, maka baru ada hari esok,” ujar Andy Utama.

Pesan itu menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar wacana. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan tanah, air, hutan, dan satwa tetap memiliki ruang hidup bagi generasi mendatang.

Nilai tersebut sejalan dengan gagasan pembangunan berkelanjutan yang menempatkan ekonomi, lingkungan, dan kehidupan sosial dalam satu tarikan napas. Pembangunan tidak boleh mengabaikan daya dukung alam karena kerusakan yang terjadi hari ini akan menjadi beban bagi masa depan.

Dari Ritual Adat ke Aksi Konservasi di Megamendung

Bagi Andy Utama, nilai yang hidup dalam ritual adat perlu diterjemahkan ke dalam kerja nyata. Melalui Paseban Foundation, semangat menjaga keseimbangan alam diwujudkan dalam berbagai program konservasi di Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor.

Program tersebut mencakup pengembangan pertanian organik, pemulihan vegetasi, perlindungan satwa, hingga pendidikan lingkungan. Langkah ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat berjalan beriringan dengan praktik konservasi modern.

Di Megamendung, Paseban Foundation juga memperkuat upaya perlindungan satwa melalui Lembah Aviary Paseban, penangkaran Rusa Timor, serta dukungan terhadap pelepasliaran satwa dilindungi seperti Elang Jawa. Upaya ini menjadi bagian dari kerja panjang mengembalikan fungsi ekologis kawasan.

Komitmen tersebut juga terlihat dalam agenda Paseban Foundation memperkuat pemulihan ekosistem Megamendung saat dua Elang Jawa kembali ke habitatnya. Kegiatan itu memperlihatkan bahwa konservasi tidak hanya bicara tentang menanam pohon, tetapi juga memulihkan ruang hidup satwa liar.

Menanam Pohon sebagai Warisan Masa Depan

Salah satu langkah nyata yang dilakukan Paseban Foundation adalah penanaman 21.831 bibit pohon dari lebih dari 200 varietas tanaman hutan. Gerakan ini diarahkan untuk mengembalikan vegetasi Megamendung agar semakin dekat dengan kondisi alaminya.

Penanaman pohon tersebut bukan sekadar kegiatan penghijauan. Di dalamnya ada upaya membangun kembali keseimbangan ekosistem, menjaga tanah, memperkuat daerah resapan air, dan menghadirkan ruang hidup bagi berbagai jenis satwa.

Andy Utama menilai kerja konservasi harus dilakukan secara konsisten. Alam tidak bisa dipulihkan hanya dengan seremoni, tetapi membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan keberpihakan yang jelas terhadap kehidupan.

“Yang akan dikenang bukanlah apa yang kita kumpulkan selama hidup, melainkan apa yang kita berikan kepada kehidupan,” ujar Andy.

Dari titik inilah Ngertakeun Bumi Lamba XVIII menemukan makna yang lebih luas. Ritual adat tersebut menjadi pengingat bahwa warisan terbaik bagi masa depan bukan hanya cerita tentang tradisi, tetapi bumi yang tetap terjaga, hutan yang terus tumbuh, dan kehidupan yang masih memiliki ruang untuk berlanjut.